Kamis, 06 Juli 2017

“Ondel-ondel Betawi”

Siapa yang tidak tahu ondel-ondel? Pasti semua pembaca sudah tau, khusunya yang tinggal di Ibu kota DKI Jakarta. Kesenian Ondel-ondel yang dikenal berada-abad lampau dulunya dimaksudkan untuk mengusir roh jahat. Karena ilmu kedokteran belum semaju sekarang, warga Betawi saat itu lebih mempercayai hal mistis jika ada musibah atau wabah penyakit. Untuk membuat Onde-ondel tak sembarangan orang bisa melakukannya. Sebelum proses pembuatan dimulai, pengrajin Ondel-ondel akan menyediakan aneka sesaji berupa kemenyan, kembang tujuh rupa dan bubur sumsum. 

       Ritual dilakukan dengan tujuan agar pembuatan Ondel-ondel berjalan lancar. Selain itu, agar roh yang bersemayam di boneka raksasa itu adalah roh baik. Sebelum dipertunjukkan Ondel-ondel biasanya minta madat, namun karena madat atau ganja dilarang akhirnya diganti dengan lisong, dengan cara ditempelkan di mulutnya. Cara pembuatan Ondel-ondel dengan ritual seperti ini mulai memudar sejak tahun 1980-an. Begitupun arak-arakan boneka raksasa ini mulai jarang terlihat

       Seiring perjalanan waktu, fungsinya bergeser dan kini ondel-ondel menjelma menjadi seni pertunjukan rakyat yang menghibur. Biasanya disajikan dalam acara hajatan rakyat Betawi, penyambutan tamu kehormatan, dan penyemarak pesta rakyat. Bahkan, dijadikan sarana mengamen oleh segelintir warga. Di beberapa daerah di Nusantara, terdapat juga pertunjukan kesenian yang mirip ondel-ondel, seperti di Bali jenis kesenian yang mirip ondel-ondel ini disebut dengan barong landung dan di Jawa Tengah yang dikenal masyarakat sana dengan sebutan barongan buncis.


      Musik yang mengiringi ondel-ondel tidak tentu, tergantung dari masing-masing rombongan. Ada yang diiringi tanjidor, Ada yang diiringi dengan pencak Betawi, adapula yang diirig bende, remes, ningnong dan rebana ketimpring.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke Blog saya, Bila ada yang ingin berkomentar silahkan berkomentar dengan sopan